CONTOH SAP TB PARU

SAP(SATUAN ACARA PENYULUHAN)


Masalah                 :  Banyak kejadian TB Paru yang berkunjung ke Poliklinik
Pokok Bahasan : TBC
Sub Pokok Bahasan : TBC Paru
Sasaran         : Pengunjung Poliklinik AL-ihsan
Waktu         : 35 Menit
Pertemuan ke          : 1
Tanggal                   : 13 Oktober 2015
Tempat          : Gedung Poliklinik Al-Ihsan

I. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan tentang TB Paru selama 1x45 menit,
Pengunjung poliklinik al-ihsan maka pengunjung poliklinik dapat:
a. Memahami penegrtian TB Paru
b. Memahami Penyeb TB Paru
c. Memahami Tanda dan gejala TB Paru
d. Memahami cara Penularan
e. Memahami pencegahan TB Paru
sataun-acara-penylhan-tb-paru-kakaners

II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan agar peserta atau pengunjung Poliklinik dapat mengetahui  tentang penyakit TBC, memahami bagaimana proses penularan dan gejala penyakit TB PARU sehingga dapat menjaga kesehatan dan lingkungan sekitar

III. Pokok Materi
a. Pengertian TB Paru
b. Penyebab TB
c. Tanda dan Gejala TB
d. Cara Penularan TB
e. Pencegahan TB Paru

Pebagian Kegiatan
No Kegiatan Respon Klien Waktu
1 Pendahuluan
Menyampaikan salam
Menjelaskan tujuan
Apersepsi Membalas salam
Mendengarkan
Menjawab pertanyaan 5 menit

2 Penyampaian materi
Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur
Materi:
- Pengertian TB Paru
- Penyebab TB
- Tanda dan Gejala TB
- Cara Penularan TB
- Pencegahan TB Paru Menyimak dan memperhatikan 15 menit

3 Evaluasi 
Meminta saudara menjelaskan atau menyebutkan kembal
1. Pengertian TB Paru
2. Penyebab TB
3. Tanda dan Gejala TB
4. Cara Penularan TB
5. Pencegahan TB Paru Bertanya,dan menjawab pertanyaan 15 menit
4 Penutup
Mengucapkan terimakasih dan mengucapkan salam Menjawab sallam 3 menit


IV. Kegiatab Belajar Mengajar
a) Metode : Ceramah, Tanya jawab
b) Langkah-langkah Kegiatan

1. Kegiatan Pra Pembelajaran
a. Mempersiapkan materi, media dan tempat
b. Kontrak wakt

2. Membuka Pembelajaran
a) Memberi salam
b) Perkenalan
c) Menjelaskan pokok bahasan
d) Menjelaskan tujuan
e) Apersepsi

3. Kegiatan inti
a) Penyuluh menyampaikan materi
b) Sasaran menyimak materi
c) Sasaran mengajukan pertanyaan
d) Penyuluh menjawab pertanyaan
e) Penyuluh menyimpulkan jawaban

4. Penutup
a) Evaluasi
b) Penyuluh dan sasaran menyimpulkan materi
c) Memberi salam

V. Media Sumber
a) Media :lifleat
b) Sumber :
http://www.TBC @info.com, Gedung TBC RS. Persahabatan, Jl. Raya
Persahabatan, Rawamangun, Jakarta 13230 Copyright © 2001-2004, All
Rights Reserved
http://www.boks_petunjuk/, petunjuk Pencegahan Senam Asma, dr.Dangsina Moeloek dan Pieter Panggabean
http://www.pengetahuan/, Pengetahuan Tentang TBC
http://moodpro.tripod.com/
VI. Evaluasi
Prosedur :post test
Jenis tes :pertanyaan secara lisan
Butir soal : 5 butir soal
1. Sebutkan Pengertian TB Paru?
2. Sebutkan Penyebab TB?
3. Sebutkan Tanda dan Gejala TB?
4. Sebutkan Cara Penularan TB?
5. Sebutkan Pencegahan TB Paru?

VII. Lampiran Materi dan Media






Bandung, Oktober 2015

Penyuluh


Profesi Ners

LAMPIRAN MATERI

1. Pengertian TB Paru
Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkulosa. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian lain tubuh manusia.
Insidensi TBC dilaporkan meningkat secara drastis pada dekade terakhir ini di seluruh dunia. Demikian pula di Indonesia, Tuberkulosis / TBC merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian (mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis dan terapinya. Dengan penduduk lebih dari 200 juta orang, Indonesia menempati urutan ketiga setelah India dan China dalam hal jumlah penderita di antara 22 negara dengan masalah TBC terbesar di dunia.
Hasil survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI tahun 1992, menunjukkan bahwa Tuberkulosis / TBC merupakan penyakit kedua penyebab kematian, sedangkan pada tahun 1986 merupakan penyebab kematian keempat. Pada tahun 1999 WHO Global Surveillance memperkirakan di Indonesia terdapat 583.000 penderita Tuberkulosis / TBC baru pertahun dengan 262.000 BTA positif atau insidens rate kira-kira 130 per 100.000 penduduk. Kematian akibat Tuberkulosis / TBC diperkirakan menimpa 140.000 penduduk tiap tahun.
Jumlah penderita TBC paru dari tahun ke tahun di Indonesia terus meningkat. Saat ini setiap menit muncul satu penderita baru TBC paru, dan setiap dua menit muncul satu penderita baru TBC paru yang menular. Bahkan setiap empat menit sekali satu orang meninggal akibat TBC di Indonesia.
Kenyataan mengenai penyakit TBC di Indonesia begitu mengkhawatirkan, sehingga kita harus waspada sejak dini & mendapatkan informasi lengkap tentang penyakit TBC .

2. Penyebab TB
Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.


3. Tanda dan Gejala TB
Gejala penyakit TBC dapat dibagi menjadi gejala umum dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru, sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik.
a.      Gejala sistemik/umum
1)       Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul.
2)       Penurunan nafsu makan dan berat badan.
3)       Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah).
4)       Perasaan tidak enak (malaise), lemah.

b.      Gejala khusus
1)       Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena, bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara "mengi", suara nafas melemah yang disertai sesak.
2)       Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru), dapat disertai dengan keluhan sakit dada.
3)       Bila mengenai tulang, maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, pada muara ini akan keluar cairan nanah.
4)       Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak), gejalanya adalah demam tinggi, adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang.

                        Pada pasien anak yang tidak menimbulkan gejala, TBC dapat terdeteksi kalau diketahui adanya kontak dengan pasien TBC dewasa. Kira-kira 30-50% anak yang kontak dengan penderita TBC paru dewasa memberikan hasil uji tuberkulin positif. Pada anak usia 3 bulan – 5 tahun yang tinggal serumah dengan penderita TBC paru dewasa dengan BTA positif, dilaporkan 30% terinfeksi berdasarkan pemeriksaan serologi/darah

4. Cara Penularan TB
Penyakit TBC biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri Mikobakterium tuberkulosa yang dilepaskan pada saat penderita TBC batuk, dan pada anak-anak sumber infeksi umumnya berasal dari penderita TBC dewasa. Bakteri ini bila sering masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak menjadi banyak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itulah infeksi TBC dapat menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti: paru-paru, otak, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain, meskipun demikian organ tubuh yang paling sering terkena yaitu paru-paru.
Saat Mikobakterium tuberkulosa berhasil menginfeksi paru-paru, maka dengan segera akan tumbuh koloni bakteri yang berbentuk globular (bulat). Biasanya melalui serangkaian reaksi imunologis bakteri TBC ini akan berusaha dihambat melalui pembentukan dinding di sekeliling bakteri itu oleh sel-sel paru. Mekanisme pembentukan dinding itu membuat jaringan di sekitarnya menjadi jaringan parut dan bakteri TBC akan menjadi dormant (istirahat). Bentuk-bentuk dormant inilah yang sebenarnya terlihat sebagai tuberkel pada pemeriksaan foto rontgen.

Pada sebagian orang dengan sistem imun yang baik, bentuk ini akan tetap dormant sepanjang hidupnya. Sedangkan pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang, bakteri ini akan mengalami perkembangbiakan sehingga tuberkel bertambah banyak. Tuberkel yang banyak ini membentuk sebuah ruang di dalam paru-paru. Ruang inilah yang nantinya menjadi sumber produksi sputum (dahak). Seseorang yang telah memproduksi sputum dapat diperkirakan sedang mengalami pertumbuhan tuberkel berlebih dan positif terinfeksi TBC.
Meningkatnya penularan infeksi yang telah dilaporkan saat ini, banyak dihubungkan dengan beberapa keadaan, antara lain memburuknya kondisi sosial ekonomi, belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal dan adanya epidemi dari infeksi HIV. Disamping itu daya tahan tubuh yang lemah/menurun, virulensi dan jumlah kuman merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam terjadinya infeksi TBC.

5. Pencegahan TB Paru
Tidak meludah di sembarang tempat upayakan meludah pada tempat yang tarkena sinar matahari atau ditempat khusus seperti tempat sampah
Menutup mulut pada waktu ada orang batuk ataupun bersin
Jemur tempat tidur bekas penderita secara teratur karna kuman TBC akan mati bila terkena sinar matahari
Jaga kesehatan badan supaya sistem imun senantiasa terjaga dan kuat
         Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang sehat              dan bergizi
Hindari melakukan hal-hal yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti begadang dan kurang istirahat
Jaga jarak aman ketika berhadapan dengan penderita TBC
Olahraga teratur untuk membantu menyehatkan tubuh
Lakukan imunisasi pada bayi termasuk imunisasi untuk mencegah penyakit TBC




Belum ada Komentar untuk "CONTOH SAP TB PARU"

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan baik, Salam Perawat Indonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel